Membaca titik panas satelit
Peta di halaman depan situs ini menampilkan ribuan tanda merah-jingga. Setiap tanda adalah satu deteksi satelit. Untuk membacanya dengan benar, kita perlu tahu apa yang ditangkap satelit dan apa yang tidak.
Satu titik, satu piksel
Satelit memotret Bumi saat melintas. Satu titik panas adalah pusat satu piksel citra yang ditandai berisi satu atau lebih api, atau anomali panas lain seperti gunung api. Ukuran pikselnya sekitar 375 m untuk sensor VIIRS dan sekitar 1 km untuk MODIS. Koordinat yang ditampilkan adalah titik tengah piksel, bukan lokasi pasti apinya. NASA hanya bisa memastikan bahwa setidaknya ada satu api di dalam piksel itu.11NASA Earthdata, FIRMS FAQ, bagian “What does a fire detection mean on the ground?”, diakses 28 Oktober 2026.
Deretan titik yang berjajar biasanya menandai muka api yang sedang merambat. Namun tidak semua titik berasal dari kebakaran vegetasi, karena suar gas dan gunung api juga bisa terdeteksi.
Kapan satelit melihat
Satelit yang dipakai situs ini mengorbit melewati kutub dan melintasi khatulistiwa pada jam yang hampir tetap, menurut waktu matahari setempat:
- NOAA-20 dan NOAA-21 sekitar pukul 12.40 dan 00.40;
- Aqua sekitar pukul 13.30 dan 01.30;
- Terra sekitar pukul 10.30 dan 22.30.22NASA Earthdata, FIRMS FAQ, bagian “How often are MODIS and VIIRS active fire data acquired?”.
Polanya tampak jelas di data. Di Kalimantan Tengah, selama 1 Agustus–27 Oktober 2026, deteksi terbanyak jatuh pada pukul 00.00–01.59 dan 12.00–13.59 WIB. Jam deteksi adalah jam satelit lewat, bukan jam api mulai menyala.
Data hampir-realtime tersedia di NASA paling lambat 3 jam setelah satelit melintas. Karena itu, situs ini menghitung “24 jam terakhir” mundur dari deteksi terbaru yang sudah dirilis, bukan dari jam saat ini.
Yang tidak terlihat
Satelit bisa melewatkan api. Penyebabnya antara lain api yang menyala dan padam di antara dua lintasan, api yang tertutup awan, asap tebal, atau kanopi pohon, api yang terlalu kecil atau kurang panas, dan instrumen yang sedang tidak beroperasi.33NASA Earthdata, FIRMS FAQ, bagian “Why was a particular fire not detected?”. Kebakaran di bawah tegakan hutan pun kecil kemungkinannya terdeteksi. Jadi, tidak adanya titik di peta bukan bukti tidak ada api.
Kepercayaan dan FRP
Setiap deteksi punya tingkat kepercayaan. Untuk VIIRS, kelasnya rendah, sedang, atau tinggi. Kelas rendah pada siang hari biasanya terkait pantulan sinar matahari dan anomali suhu yang lemah, sedangkan kelas tinggi terkait piksel yang jenuh panas. Untuk MODIS, nilainya 0–100 %, yang dibagi menjadi rendah (di bawah 30 %), sedang (30 % sampai di bawah 80 %), dan tinggi (80 % ke atas).44Giglio, L., dkk., MODIS Collection 6 and Collection 6.1 Active Fire Product User’s Guide, Tabel 11. Di peta, kelas kepercayaan ditampilkan sebagai garis lingkaran: penuh untuk tinggi, putus-putus untuk sedang, dan titik-titik untuk rendah.
FRP (Fire Radiative Power) adalah laju pancaran energi radiasi semua api dalam satu piksel, dalam megawatt. Angka ini menjadi petunjuk intensitas api, bukan luasnya. Di peta, besar lingkaran mengikuti kelas FRP.
Membaca angka di situs ini
- Angka di situs ini adalah jumlah deteksi, bukan jumlah kebakaran. Satu api bisa tercatat oleh beberapa satelit.
- Titik di laut lepas dan di negara tetangga tidak ditampilkan dan tidak dihitung ke provinsi.
- Untuk luas area terbakar, rujuk SiPongi Kementerian Kehutanan. NASA tidak menganjurkan titik panas dipakai untuk menaksir luas terbakar.