Anjuran Kemenkes saat kabut asap
Asap karhutla membawa partikel halus PM2,5, yang ukurannya kurang dari 2,5 mikrometer. Menurut Kementerian Kesehatan, partikel ini dapat terhirup sampai ke bagian terdalam paru-paru dan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Risikonya lebih besar pada anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan riwayat asma atau penyakit paru.11Kemenkes, Menkes: Pakai Masker dan Pantau Kualitas Udara untuk Cegah Dampak Asap Karhutla, 21 Agustus 2026.
Yang dianjurkan Kemenkes
Pada 15 Oktober 2026, Menteri Kesehatan menyampaikan langkah-langkah berikut:22Kemenkes, Menkes Imbau Kelompok Rentan Batasi Aktivitas di Luar Rumah saat Kabut Asap, 15 Oktober 2026; ANTARA, 15 Oktober 2026.
- Batasi aktivitas di luar rumah. Ini terutama untuk bayi, balita, lansia, dan ibu hamil. Bila kebutuhan sehari-hari mengharuskan keluar rumah, biarkan anggota keluarga yang tidak termasuk kelompok rentan yang pergi.
- Pakai masker bila terpaksa keluar. Gunakan masker N95 bila ada. Bila tidak ada, tetap pakai masker lain.
- Lindungi mata dan kulit. Pakai kacamata, baik kacamata biasa maupun kacamata hitam, dan pakaian berlengan panjang.
- Bersihkan diri setelah pulang. Bilas dengan air, dan jangan langsung digosok.
- Segera periksa ke puskesmas bila muncul batuk, iritasi mata, atau kulit yang terus gatal dan teriritasi. Jangan menunggu sampai gejalanya berat.
Kemenkes juga menganjurkan agar warga memantau indeks kualitas udara lewat aplikasi resmi sebelum beraktivitas di luar rumah. Di dalam ruangan, upaya pencegahan yang disebutkan Kemenkes meliputi menutup rapat sirkulasi udara dari luar, memakai penyaring udara, dan memakai masker respirator seperti N95.33Kemenkes, Kemenkes Perkuat Perlindungan Kelompok Rentan Hadapi Karhutla, 26 Agustus 2026.
Gambaran tahun ini
Dalam keterangan 26 Agustus 2026, Kemenkes melaporkan jumlah kasus ISPA di sejumlah provinsi terdampak kabut asap:
- Kalimantan Barat: 165.747 kasus sejak 1 Januari hingga awal Agustus 2026;
- Kalimantan Selatan: 18.423 kasus;
- Kalimantan Tengah: lebih dari 3.000 kasus hanya dalam rentang 10–16 Agustus.
Pada keterangan yang sama, Kemenkes menyebut telah menyiagakan Rumah Oksigen, yaitu ruangan kedap asap dengan penyaring udara dan konsentrator oksigen, di berbagai titik.
Memantau dari situs ini
Peta di halaman depan menampilkan titik panas dari satelit. Tombol “Lokasi saya” membantu melihat deteksi di sekitar Anda. Titik panas adalah anomali panas, bukan pengukur kualitas udara, jadi untuk keputusan kesehatan tetap rujuk indeks kualitas udara resmi.
Bila ada api yang membahayakan, hubungi 112 (gratis, tanpa pulsa).44Komdigi, Tentang Layanan Panggilan Darurat 112, diakses 28 Oktober 2026. Untuk melaporkan lokasi api atau asap yang Anda lihat, gunakan halaman Lapor.