Dari 1 Agustus hingga 27 Oktober 2026 (88 hari, tanggal WIB), database situs ini mencatat 1.256.988 deteksi titik panas di 38 provinsi. Data berasal dari satelit NOAA-20, NOAA-21, Terra, dan Aqua. Angka ini adalah jumlah deteksi, bukan jumlah kebakaran, karena satu api dapat tercatat lebih dari sekali.11Cara menghitung dan keterbatasannya dijelaskan di halaman Metodologi & Kolofon.
Deteksi per hari, Indonesia (38 provinsi)
1 Agustus 2026–27 Oktober 2026, tanggal WIB. Puncak 26.403 deteksi pada 7 Oktober 2026. Sumber: NASA FIRMS NRT, diolah.
010.00020.00030.000
1 Agustus1 September1 Oktober
Bulan demi bulan
Bulan (WIB)
Deteksi
Hari
Per hari
Agustus 2026
312.610
31
10.084
September 2026
481.311
30
16.044
Oktober 2026*
463.067
27
17.151
* Oktober dihitung 1–27 Oktober. “Per hari” adalah rata-rata deteksi per hari. Sumber: NASA FIRMS NRT, diolah.
Rata-rata harian naik dari sekitar 10 ribu deteksi pada Agustus menjadi sekitar 16 ribu pada September, lalu sekitar 17 ribu pada 1–27 Oktober.
Tiga hari dengan deteksi terbanyak:
7 Oktober: 26.403;
23 Oktober: 25.467;
6 Oktober: 24.887.
Dalam rentang ini ada 12 hari dengan 20 ribu deteksi atau lebih. Tiga hari terakhirnya (25–27 Oktober) masing-masing mencatat kurang dari 6 ribu deteksi.
Provinsi
Deteksi tercatat di ke-38 provinsi. Kalimantan Tengah menyumbang 374.893 deteksi, atau 29,8 % dari total. Lima provinsi teratas bersama-sama menyumbang 69,6 %.
Provinsi
Deteksi
Bagian
Kalimantan Tengah
374.893
29,8 %
Kalimantan Barat
166.024
13,2 %
Papua Selatan
151.097
12,0 %
Sumatera Selatan
115.698
9,2 %
Kalimantan Timur
66.592
5,3 %
Kalimantan Selatan
58.968
4,7 %
Maluku
37.903
3,0 %
Papua Barat
29.404
2,3 %
Nusa Tenggara Timur
28.198
2,2 %
Sulawesi Tengah
22.542
1,8 %
Sepuluh provinsi dengan deteksi terbanyak, 1 Agustus–27 Oktober 2026. Sumber: NASA FIRMS NRT, diolah.
Di Kalimantan Tengah, jumlah deteksi September (153.916) dan 1–27 Oktober (153.310) masing-masing lebih dari dua kali jumlah Agustus (67.667).
Deteksi per hari, Kalimantan Tengah
1 Agustus 2026–27 Oktober 2026, tanggal WIB. Puncak 14.752 deteksi pada 23 Oktober 2026. Sumber: NASA FIRMS NRT, diolah.
05.00010.00015.000
1 Agustus1 September1 Oktober
Satelit dan tingkat kepercayaan
NOAA-20 mencatat 570.103 deteksi, NOAA-21 mencatat 562.262, dan MODIS (Terra dan Aqua) mencatat 124.623. Menurut NASA, sensor VIIRS di NOAA-20 dan NOAA-21 lebih peka terhadap api berukuran kecil dan lebih baik pada malam hari, karena pikselnya 375 m, sedangkan piksel MODIS 1 km.22NASA Earthdata, FIRMS FAQ, bagian “What is the VIIRS 375 m Active Fire Product?”, diakses 28 Oktober 2026. Dari seluruh deteksi VIIRS, 91,0 % berkelas kepercayaan sedang, 5,6 % rendah, dan 3,5 % tinggi.
Titik panas dan luas terbakar
Jumlah titik panas tidak sama dengan luas area terbakar. SiPongi Kementerian Kehutanan menghitung luas karhutla dari citra Landsat 8 yang ditumpangkan dengan sebaran titik panas, lalu dilengkapi hasil pengecekan lapangan dan laporan pemadaman Manggala Agni. Menurut SiPongi, luas areal karhutla Indonesia pada Januari–Juli 2026 mencapai 202.004,30 ha, naik 69 % dibanding 2025.33SIPONGI KEMENHUT, Indikasi Luas Kebakaran, diakses 28 Oktober 2026. Catatan di halaman itu merujuk periode Januari–Juli 2026.
Angka di artikel ini dihitung dari database situs pada 28 Oktober 2026. Deteksi yang terlambat masuk dapat sedikit mengubahnya.