Gambut yang kering mudah terbakar
Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan termasuk provinsi dengan deteksi titik panas terbanyak musim ini, menurut data situs ini. Ketiganya juga termasuk tujuh provinsi tempat Badan Restorasi Gambut bekerja memulihkan lahan gambut.11Bhomia, R.K. & Murdiyarso, D. (2021), Pemantauan dan pengelolaan restorasi lahan gambut yang efektif, CIFOR. Tujuh provinsi itu: Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua. Gambut berbeda dari tanah biasa. Selama basah, gambut sulit terbakar. Begitu kering, gambut justru menjadi bahan bakar.
Tanah dari sisa tumbuhan
Gambut terbentuk dari tumpukan sisa tumbuhan yang terurai sangat lambat dalam kondisi basah dan miskin oksigen. Karena tersusun dari bahan organik, gambut yang kehilangan air dapat terbakar ketika terkena api. Kementerian Kehutanan juga menjelaskan bahwa gambut yang sangat kering bisa berubah sifat sehingga lebih sulit menyerap air kembali.22Mengapa lahan gambut mudah terbakar dan sulit dipadamkan?, ANTARA, 24 Agustus 2026, merujuk penjelasan Kementerian Kehutanan.
Gambut menjadi kering terutama karena dibuka dan dikeringkan, misalnya lewat kanal drainase. Menurut BRGM, akibatnya lahan dan rawa gambut menjadi rentan terbakar.33BRGM, Manual Kerangka Pengaman Sosial dalam Restorasi Gambut, kata pengantar.
Api yang bersembunyi di bawah tanah
Di lahan gambut, api tidak selalu tampak sebagai kobaran. Api dapat membara perlahan di lapisan organik di bawah permukaan. Permukaan bisa terlihat sudah padam sementara bara di bawahnya masih menyala, lalu memicu kebakaran lagi ketika kondisi kembali kering. Karena itu, petugas harus mendinginkan dan menyisir lokasi sampai tidak ada bara yang tersisa.44ANTARA, 24 Agustus 2026 (lihat catatan 2).
Ada akibat lain yang penting bagi pembaca situs ini. Menurut BNPB, api bawah permukaan pada gambut sulit terdeteksi oleh citra satelit pemantau titik panas, karena sifatnya tersembunyi dan panas yang terpancar di permukaan rendah.55BNPB, sebagaimana diberitakan detikNews, 15 Oktober 2026. Jadi, sedikitnya titik panas di peta tidak berarti gambut di bawahnya aman. Keterbatasan data satelit lainnya dijelaskan di catatan Membaca titik panas satelit.
Batas basah menurut aturan
Peraturan pemerintah tentang ekosistem gambut memberi ukuran yang jelas. Gambut dengan fungsi budidaya dinyatakan rusak bila muka air tanahnya lebih dari 0,4 meter di bawah permukaan gambut, diukur di titik penaatan.66PP 71/2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut, Pasal 23 ayat (3), sebagaimana diubah PP 57/2016. Aturan yang sama melarang setiap orang membuat saluran drainase yang membuat gambut kering, serta membakar lahan gambut atau membiarkan pembakaran terjadi.77Siaran pers KLHK tentang PP 57/2016, 5 Desember 2016.
Menjaga gambut tetap basah
Restorasi gambut di Indonesia memakai pendekatan 3R:88CIFOR (2021), lihat catatan 1.
- pembasahan kembali (rewetting), dengan menyekat atau menimbun kanal agar air tidak terus terbuang;
- penanaman kembali (revegetasi) dengan tanaman asli;
- revitalisasi mata pencaharian masyarakat desa gambut.
Contohnya di Kalimantan Tengah. BRGM mencatat restorasi gambut seluas 547.883 ha di provinsi itu pada 2017–2023. Infrastruktur yang dibangun antara lain 10.664 sumur bor, 3.187 sekat kanal, dan 115 timbun kanal. Sekat kanal menahan laju pengeringan sehingga gambut tetap basah saat kemarau, sedangkan sumur bor menjadi sumber air bila terjadi kebakaran.99BRGM, sebagaimana diberitakan ANTARA Kalteng, 21 Agustus 2024. Infrastruktur itu dirawat bersama warga, termasuk kelompok Masyarakat Peduli Api.
Yang bisa dilakukan
Bila Anda tinggal atau berkebun di lahan gambut: jangan membakar, jangan menggali saluran yang mengeringkan lahan, dan ikut merawat sekat kanal serta sumur bor di desa. Daftar lengkap tindakan untuk warga, petani, komunitas, dan pelajar ada di halaman Ikut Bergerak.